+62-812-87971-665
·
[email protected]
·
Senin-Jum'at 09:00-17:00
Konsultasi
+62-812-87971-665
·
[email protected]
·
Senin-Jum'at 09:00-17:00
Konsultasi
Ilustrasi peralatan hukum

Gugatan Perdata, informasi lengkap tentang proses, kuasa, dan lain-lain

Gugatan perdata biasa diajukan melalui surat gugat. Surat gugat tersebut juga sudah harus ditandatangani oleh kuasanya maupun pihak penggugat dan diajukan ke Ketua Pengadilan Negeri. Kemudian hal ini akan dierikan nomor daftar dalam buku registrasi setelah dilakukan membayar biaya tertentu yang nominalnya berdasarkan pasal 121 HIR. Apabila pihak penggugat tidak bisa membayar, maka harus memberikan bukti berupa surat keterangan yang berasal dari Kepala Desa dan gugatan diajukan prodeo. Itu tadi hanya sekilas tentang proses cara pengajuan gugatan perdata ini, Anda yang ingin mengetahui lebih banyak informasi dapat melanjutkan untuk membaca ulasan ini.

Kuasa/ wakil gugatan perdata

Orang yang bertindak sebagai wakil atau kuasa dari penggugat harus memenuhi sejumlah persyaratan. Persyaratan yang dimaksud tersebut sudah ditentukan berdasarkan peraturan Menkeh No. 1/ 1985 dan juga Keputusan Menkeh No.J.P.14-2-11. Kemudian seseorang yang menjadi kuasa atau wakil tersebut sudah harus terdaftar namanya sebagai pengacara yang diperbolehkan melakukan prakterk dan diizinkan bersidang menangani suatu perkara.

Apabila bagian yang diberikan kuasa oleh penggugat ingin mengajukan permohonan banding, maka harus disertai dengan surat kuasa yang khusus. Kemudian diajukan permohonan tersebut akan dilakukan di Pengadilan Negeri dan di dalam surat kuasa nama kuasa sudah disebutkan. Apabila pihak tergugat ingin mengajukan kuasa juga harus memenuhi segala poin tersebut. Orang yang dipilih menjadi kuasa bisa berupa pengacara negara, jaksa, dan juga pejabat tertentu yang dipilih oleh instansi terkait. Jika orang yang dipilih menjadi kuasa dari pihak jaksa, maka tidak perlu memberikan surat kuasa khusus. Sedangkan kuasa yang berasal dari pejabat hanya perlu memberikan Salinan surat pengangkatan yang tidak disertai materai.

Perkara akan dianggap gugur

Pada waktu siding pertam berlangsung, maka pihak penggugat perlu datang. Bila tidak datang padahal sudah dipanggil melalui prosedur yang sah dan patut serta penggugat tidak memberikan kuasa yang sifatnya sah, maka bagian tergugat yang datang secara sah akan membuat perkara gugur. Jika penggugat melakukan hal ini, maka ia akan dihukum dengan melakukan pembayaran terhadap biaya perkara.

Apabila penggugat bertempat tinggal jauh dari tempat pengadilan dan sudah memberikan surat kuasa yang sifatnya tidak sah, maka hakim diperbolehkan mengundur jadwal persidangan dan akan memanggil pihak penggugat sekali lagi. Apabila pada hari pertama, penggugat tidak bisa datang dan hari kedua datang. Selanjutnya hari ketiga tidak datang lagi, maka perkara tidak bisa dianggap gugur. Hal ini sesuai dengan pasal 124 HIR.

Leave a Reply