+62-812-87971-665
·
[email protected]
·
Senin-Jum'at 09:00-17:00
Konsultasi
+62-812-87971-665
·
[email protected]
·
Senin-Jum'at 09:00-17:00
Konsultasi

Perjanjian Hutang Piutang Perlu Disusun Secara Khusus

Surat Perjanjian Hutang atau SPH adalah surat yang dibuat untuk menghindari berbagai hal yang akan merugikan perjanjian antara pemberi hutang, dan penerima hutang. Salah satu fungsi dari SPH adalah sebagai pengingat kepada pihak yang menerima hutang terhadap tenggat waktu yang harus ditepati untuk membayar hutang tersebut. Semua hal yang berkaitan dengan hal tersebut akan dicantumkan dalam surat perjanjian hutang piutang.

Struktur dari Surat Resmi Ini

Agar pihak pemberi hutang, dan penerima hutang dapat melakukan kesepakatan yang baik maka surat perjanjian hutang piutang harus dibuat jelas, dan memiliki beberapa komponen, seperti:

  1. Judul : dibuat secara singkat, dan jelas yang menjelaskan keseluruhan isi dari surat tersebut.
  2. Identitas pihak-pihak terkait : ini berisi tentang nama, tempat tanggal lahir, alamat, identitas kedua belah pihak baik penerima hutang ataupun pemberi hutang.
  3. Penjelasan : bagian ini paling penting karena berisi jumlah nominal yang dipinjamkan, batas waktu pengembalian, dan hal lainnya.
  4. Penutup : pada bagian ini berisi tanda tangan kedua belah pihak, dan para saksi yang hadir dalam perjanjian tersebut.

Manfaat Surat Perjanjian Hutang

  1. Menghindari konflik dengan surat hutang piutang

Konflik dapat terjadi diantara kedua belah pihak yang menerima maupun yang memberikan hutang. Dengan adanya surat perjanjian hutang ini, diharapkan jika konflik terjadi dapat diselesaikan secara damai atau bahkan diserahkan kepada pengadilan jika konflik tersebut terus berlanjut, dan surat perjanjian hutang tersebut bisa dijadikan bukti serta pertimbangan sebuah putusan.

  • Bahan Bukti

Surat perjanjian hutang ini dapat dijadikan bukti jika salah satu dari kedua pihak, khususnya sang penerima hutang yang lalai melakukan kewajibannya. Dengan adanya surat ini, penerima hutang diharapkan untuk tidak lari dari tanggung jawabnya sebagai orang yang juga harus membayarkan hutang pada waktu yang telah tertulis dalam surat tersebut.

  • Menghindari Kejadian-Kejadian yang Tidak Dapat Diprediksi

Bayangkan saja jika seorang penerima hutang tiba-tiba hilang, atau bahkan meninggal dunia, dan tidak ada satu pun keluarganya yang tahu bahwa orang tersebut pernah memiliki hutang, pasti akan menjadi masalah, bukan? Oleh sebab itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak dapat diprediksi oleh manusia, surat perjanjian hutang perlu dibuat. Setidaknya jika terjadi hal-hal yang menimpa penerima hutang, keluarga, ataupun pihak terdekatnya dapat membantu untuk melunasi hutang tersebut.

  • Bukti Transparansi

Baik pihak penerima, dan pemberi hutang telah menuliskan data-data penting secara transparan pada SPH.

Related Posts

Leave a Reply