+62-812-87971-665
·
[email protected]
·
Senin-Jum'at 09:00-17:00
Konsultasi
+62-812-87971-665
·
[email protected]
·
Senin-Jum'at 09:00-17:00
Konsultasi

Tugas KY yang sesungguhnya dalam pandangan aspek pendukung

Sebagai warga Indonesia, sebaiknya kita mengerti akan apa itu KY dan juga pandangannya dalam aspek pendukung. KY sendiri merupakan singkatan dari Komisi Yudisial yang mana bersifat mandiri. Ada banyak tugas KY dan peranannya.
Komisi yang satu ini memiliki peran untuk memberikan usulan terhadap pengangkatan hakim agung. Namun sebelum dibentuknya komisi yudisial, bagian pengawasan peradilan masih menjadi tanggung jawab majelis pertimbangan penelitian hakim beserta dewan kehormatan hakim. Namun dengan lahirnya amandemen ke-3 dari UUD 1945 yang terjadi pada tahun 2001 munculah komisi yudisial.
Seluruh ketentuan yang berkaitan dengan komisi yudisial tersebut dalam pasal 24b UUD 1945. Maksud dari keberadaan komisi ini secara mendasar adalah sebagai bentuk kecemasan dalam kondisi peradilan yang dianggap suram. Begitu juga dengan sistem keadilan di Indonesia yang dianggap kurang baik.

Visi dan misi dari KY

Komisi yudisial sendiri juga memiliki visi misi yang harus selalu dipegang teguh. Isi dari komisi ini adalah untuk membersihkan, berpartisipasi, berkompetensi dalam rangka perwujudan kehakiman yang jujur, bersih, dan juga profesional. Sedangkan misi dari komisi yudisial ini lumayan banyak.
Misi dalam tahapan pertama adalah untuk merekrut dan mempersiapkan calon hakim agung menjadi hakim yang sesuai visi. kemudian misi ke-2 adalah berperan untuk penjagaan terhadap keluhuran maupun kehormatan perilaku hakim secara transparan, efektif, partisipatif, dan juga akuntabel.
Kemudian perlu untuk menegakkan beberapa kode etik maupun pedoman perilaku hakim. Hal itu bertujuan untuk menciptakan perilaku hakim yang dianggap transparan. Lalu misi selanjutnya adalah untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hakim. Misi terakhir berperan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dari komisi yudisial.

Tugas KY

Komisi Yudisial memiliki beberapa tugas, seperti mengurusi masalah pendaftaran dari calon hakim agung, menyeleksi setiap calon hakim agung, memberikan ketetapan terhadap calon hakim agung, dan memberikan pengajuan atas calon hakim agung di DPR. Semua tugas tersebut sudah tercantumkan dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011. Tepatnya dalam wewenang pasal 13 dari huruf a yang berhubungan dengan hakim agung.
Sedangkan tugas lainnya tercantum dalam Pasal 20 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011. Beberapa tugas yang dicantumkan dalam pasal tersebut adalah melakukan pemantauan maupun pengawasan atas perilaku hakim dalam menjalankan tugasnya. Kemudian Komisi Yudisial juga menangani laporan yang diajukan masyarakat seputar pelanggaran kode etik dan juga pedoman perilaku hakim.

Leave a Reply